KASUS VIRAL: TAK TERIMA DIBERITAKAN, MR & ISTRI BERENCANA LAPOR BALIK PENCEMARAN NAMA BAIK

Foto: Screenshot video viral, Tetapi Chat Tak Terjawab Jadi Petunjuk, Warga Tetap Yakin MR Pelaku Peracunan Hewan
Foto: Screenshot video viral, Tetapi Chat Tak Terjawab Jadi Petunjuk, Warga Tetap Yakin MR Pelaku Peracunan Hewan

Palangkaraya, Andalasnews.com – Kasus dugaan peracunan puluhan hewan peliharaan di areal perumahan BTN Palangkaraya makin memanas. Setelah ramai diberitakan oleh media dan menjadi perbincangan publik, terduga pelaku berinisial MR dan istrinya dikabarkan tak terima dan berencana melaporkan balik warga dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Namun, di tengah rencana laporan tersebut, muncul bukti-bukti baru yang membuat posisi MR makin dipertanyakan. Salah satu warga yang menjadi korban menyampaikan bahwa terdapat chat pribadi antara MR dan seseorang yang tidak dijawab secara tegas. Dalam percakapan itu, MR tampak tidak membantah tudingan sebagai pelaku peracunan, bahkan menanggapi dengan nada seolah mengakui.

“Chat-nya bukan ke saya, tapi ke saudara saya yang seorang dokter hewan. Mungkin MR kira dia sedang ngobrol dengan saya. Di situlah dia malah menyerang dengan kata-kata kasar seperti ‘suntik rabies sana kamu’, ‘ke rumah sakit jiwa aja kamu gila’, dan sebagainya. Bahasanya sangat tidak pantas,” ungkap narasumber yang namanya disamarkan demi keamanan.

Percakapan tersebut muncul setelah narasumber meminta bantuan kepada saudaranya untuk merawat anjing peliharaan yang menjadi korban racun. Anjing tersebut sempat lumpuh total selama lebih dari 10 hari, tidak bisa makan, dan matanya buta akibat dugaan racun yang sangat kuat. Namun berkat perawatan intensif selama tiga hari berturut-turut, kondisi anjing itu mulai membaik.

“Setiap hari disuntik vitamin dan antibiotik. Hari ketiga mulai bisa mencium bau makanan, matanya mulai sedikit terang. Sebelumnya bahkan tak bisa berdiri, hanya tergeletak dengan tubuh lemas. Kami sangat terpukul melihat kondisinya. Hewan juga makhluk Tuhan, punya rasa sakit dan takut,” ujarnya sambil menunjukkan video perkembangan hewan tersebut.

Warga meyakini bahwa rencana laporan balik oleh MR dan istrinya merupakan bentuk pengalihan isu agar sorotan masyarakat terhadap dugaan perbuatannya mereda.

“Kami tidak gentar. Justru semakin yakin karena sikapnya yang emosional, ditambah bukti chat yang menunjukkan adanya keterlibatan secara tidak langsung. Kalau memang tidak bersalah, kenapa harus menyerang orang lain dengan makian?” tutur warga lainnya.

Aktivis perlindungan hewan Kalimantan Tengah menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan semata, sebab telah menyangkut pelanggaran terhadap hak hidup makhluk hidup lain.

“Pasal perlindungan hewan jelas. Penyiksaan dan peracunan termasuk tindakan kriminal. Apalagi kalau sampai menyebabkan cacat bahkan kematian,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya melaporkan balik warga dengan tuduhan pencemaran nama baik harus dilakukan dengan data dan konteks yang valid.

“Kita bicara soal fakta lapangan. Hewan-hewan mati, kondisi mencurigakan, ada ancaman dalam rekaman CCTV, lalu ada chat tidak terjawab yang bernada menyerang. Ini cukup jadi bahan pertimbangan bagi penyidik,” jelasnya.

Ketua RT setempat pun diminta turun tangan menyikapi konflik yang kini meresahkan warga.

“Bukan cuma hewan yang jadi korban, tapi juga keharmonisan lingkungan kami. Kami ingin hidup tenang tanpa ancaman dan rasa takut. Kami minta aparat menindak, bukan membiarkan,” ujar salah satu tokoh warga.

Kasus ini kini tengah menjadi perhatian luas di media sosial setelah warga membagikan kronologi dan foto-foto kondisi hewan peliharaan yang menjadi korban. Tagar #KeadilanUntukHewan dan #StopPeracunanAnjing ramai digunakan di berbagai platform, termasuk Instagram dan TikTok.

Redaksi Andalasnews.com akan terus menelusuri perkembangan kasus ini, termasuk langkah hukum dari kedua belah pihak. Harapan warga hanya satu: keadilan ditegakkan, dan keamanan lingkungan kembali pulih tanpa rasa takut atau teror terhadap hewan peliharaan mereka.

 

 

Jurnalis: irawatie

92 Dilihat
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Kabar Daerah
Terpopuler
Pengunjung