Jakarta, 5 -08- 2025 Andalasnews Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi memberikan amnesti kepada 1.178 narapidana dalam rangka momen rekonsiliasi nasional. Salah satu penerima amnesti yang menarik perhatian publik adalah Yulianus Paonganan, atau dikenal luas dengan nama Ongen, yang pernah dipenjara karena unggahan bernada kritik dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo pada 2015 silam.
Amnesti ini diberikan melalui Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang ditandatangani Prabowo pada 1 Agustus lalu. Ongen merupakan mantan aktivis media sosial yang dikenal sebagai penggagas istilah “kecebong” untuk menyindir pendukung Jokowi dan sempat mempertanyakan keaslian ijazah presiden kala itu. Ia dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan menjalani hukuman bertahun-tahun di Lapas Salemba.
Menanggapi pemberian amnesti ini, Ongen menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang tulus dan mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas pemberian amnesti terhadap kasus UU ITE yang menimpa saya sejak akhir 2015,” ujar Ongen dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari Suara.com, Sabtu (2/8/2025).
Selain kepada Prabowo, Ongen juga menyampaikan pesan damai kepada mantan Presiden Joko Widodo.
“Untuk Pak Jokowi, saya ucapkan selamat menjalani hidup sebagai warga negara biasa pasca lengser. Saya berharap beliau tetap sehat dan diberkati oleh Tuhan dalam setiap langkah hidupnya,” tambahnya.
Langkah Prabowo ini dinilai sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi nasional, menyambut HUT Kemerdekaan ke‑80 Republik Indonesia. Amnesti juga diberikan kepada sejumlah tokoh lainnya, termasuk politisi PDIP Hasto Kristiyanto yang sebelumnya terjerat kasus hukum menjelang Pemilu 2024.
Pakar hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, menyebut langkah ini sebagai “langkah simbolis pemersatu bangsa.”
“Amnesti yang diberikan Presiden Prabowo menandai babak baru, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa rekonsiliasi politik kini menjadi prioritas utama pemerintahan,” ujar Zainal dikutip dari Detik.com.
Yulianus Paonganan kini dikenal sebagai tokoh dengan latar belakang akademis. Ia adalah doktor lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan pernah mengembangkan drone pertanian sebelum akhirnya terjerat kasus politik.
Editor : J





