Artefak Hominid Wallacea tertua ditemukan di Indonesia

Screenshot_20250812_085457_Chrome

Andalasnews.com Soppeng – Para ilmuwan telah menemukan serangkaian peralatan batu di Pulau Sulawesi, Indonesia, yang mereka klaim mungkin merupakan bukti keberadaan manusia yang hidup 1,5 juta tahun lalu di pulau-pulau antara Asia dan Australia, manusia paling awal yang diketahui di kawasan Wallacea.

Para arkeolog dari Australia dan Indonesia menemukan peralatan kecil berukir yang digunakan untuk memotong hewan kecil dan mengukir batu, di bawah tanah di wilayah Soppeng, Sulawesi Selatan.

Penelusuran radioaktif pada peralatan ini dan gigi hewan yang ditemukan di sekitar situs tersebut menunjukkan usia hingga 1,48 juta tahun.

Penemuan ini dapat mengubah teori migrasi manusia purba, menurut sebuah artikel yang diterbitkan para arkeolog di jurnal Nature pada bulan Agustus. Manusia Wallacea paling awal, manusia prasejarah yang dikenal sebagai Homo Erectus, diperkirakan baru menetap di Pulau Flores di Indonesia dan Pulau Luzon di Filipina sekitar 1,02 juta tahun yang lalu, karena mereka dianggap tidak mampu melakukan perjalanan laut yang jauh, membuktikan pentingnya temuan Sulawesi dalam teori migrasi.

doc. Artefak Wallacea tertua didunia

“Ini adalah artefak yang dibuat oleh manusia purba yang hidup di bumi jauh sebelum evolusi spesies kita, Homo Sapiens,” kata Adam Brumm, arkeolog utama dari Griffith University di Queensland, Australia.

“Kami menduga Homo Erectus entah bagaimana berpindah dari daratan Asia melintasi celah samudra yang signifikan ke pulau ini, Sulawesi, setidaknya 1 juta tahun yang lalu,” kata Brumm.

Wallacea adalah sebuah wilayah di Indonesia Timur yang mencakup beberapa pulau seperti Sulawesi, Lombok, Flores, Timor, Sumbawa yang terletak di antara Kalimantan dan Jawa serta Australia dan Nugini. Wilayah ini dinamai berdasarkan naturalis Alfred Russel Wallace yang mempelajari fauna dan flora di wilayah tersebut.

Redaksi : Andalasnews.com

175 Dilihat
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Kabar Daerah
Terpopuler
Pengunjung