Bendera Jolly Roger Berpesta di Jalanan Paris Bergolak Ikuti Gelombang Perlawanan Dunia

dari Asia Menuju Eropa Bendera Jolly Roger Kini Menjadi Simbol Bentuk Perlawanan pada Pemerintah.
dari Asia Menuju Eropa Bendera Jolly Roger Kini Menjadi Simbol Bentuk Perlawanan pada Pemerintah.

Andalasnews.com, Jakarta, 12 September 2025  Jalanan Paris kembali berguncang. Lautan massa demonstran tidak hanya bersuara lewat teriakan, tetapi juga lewat simbol yang mengejutkan bendera Jolly Roger ala bajak laut berkibar gagah di tengah kepulan asap dan barisan aparat keamanan.

Fenomena ini bukan sekadar hiasan. Bendera tengkorak bertopi jerami ikon legendaris dari One Piece telah menjelma menjadi panji perlawanan generasi muda. Dari Jakarta hingga Kathmandu, dari Manila hingga Paris, simbol bajak laut itu kini menjadi tanda bahwa gelombang protes global tidak bisa lagi dibendung.

Bendera Jolly Roger bukan lagi sekadar fantasi, melainkan ikon nyata di jalanan.

Di ibu kota Prancis, beberapa pengunjuk rasa sengaja mengibarkan bendera bajak laut saat menghadang kebijakan pemerintah baru. Sorotan kamera menembus kerumunan, memperlihatkan betapa simbol fiksi telah berubah menjadi senjata moral melawan kekuasaan. “Kami adalah bajak laut yang menolak tunduk pada tirani,” teriak salah satu demonstran yang membawa bendera dengan bangga.

Reuters mencatat momen serupa di Montpellier, di mana bendera bajak laut berkibar di atas kepala massa yang marah. Adegan ini mempertegas bahwa Jolly Roger bukan lagi sekadar fantasi, melainkan ikon nyata di jalanan.

Kekuatan simbol ini jelas mengguncang. One Piece yang selama ini dianggap hanya cerita hiburan, kini menjelma menjadi bahasa universal perlawanan. “Bendera bajak laut itu menggambarkan kebebasan dan keberanian. Generasi muda merasa ceritanya nyata melawan penguasa yang dianggap korup dan tak peduli rakyat,” ujar seorang pengamat politik di Paris.

Tren ini menunjukkan satu hal perlawanan anak muda lintas benua menemukan simbol barunya. Bendera Jolly Roger bukan sekadar kain, melainkan pengingat bahwa dunia sedang memasuki babak baru ketika budaya pop menjadi amunisi politik, dan setiap lembar kain bertengkorak bisa menyalakan api revolusi.

 

Redaksi Andalasnews.com

294 Dilihat
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Kabar Daerah
Terpopuler
Pengunjung