Proyek Jalan Rabat Beton di Korong Surau Duku Nagari Bisati Sungai Sariak, Diduga Menjadi Ajang Mencari Keuntungan

IMG-20250902-WA0040

Padang Pariaman-Andalasnews.com,-Proyek desa yang tidak sesuai spesifikasi, seperti yang di soroti Publik di Korong Surau Duku, Nagari Bisati Sungai Sariak, pengerjaan rabat beton diduga kuat dapat merugikan negara karena beberapa alasan. Kerugian ini meliputi pemborosan anggaran, kualitas proyek yang buruk dan potensi praktik korupsi yang terjadi di Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman.

Jika dianalisa dari hasil Temuan dilapangan, pekerjaan proyek rabat beton di Korong Surau Duku, Nagari Bisati Sungai Sariak ditemukan adanya dugaan mark-up atau peningkatan harga yang tidak wajar. Sehingga anggaran proyek menjadi membengkak. Seperti kita lihat pada pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa 2025 terkesan dikerjakan asal asalan yang penting jadi,tetapi hasil kualitas nya buruk.

Pasalnya, proyek yang bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2025 senilai Rp. 100.044.980,- dengan volume 145 M yang berlokasi di Korong Surau Duku. tidak sesuai speksifikasi, cenderung menghasilkan bangunan atau infrastruktur yang tidak berkualitas. Hal ini dapat berdampak pada umur bangunan yang pendek, sering kali membutuhkan perbaikan lagi atau bahkan pembangunan ulang , yang pada akhirnya menimbulkan biaya tambahan bagi negara.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan terhadap kegiatan peningkatan rabat beton jalan Surau Duku di Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, ditemukan fakta sebagai berikut:
1.Spesifikasi Pekerjaan
Tebal: 0,20 m, Lebar: 3 m, Panjang: 145 m, Dari ukuran ini didapatkan hasil kubikasi total sebesar 87 m³.

2.Perhitungan Material Beton
Harga beton tertinggi di pasaran saat ini berkisar Rp. 860.000 per m³.
Jika dihitung: 87 m³ × Rp860.000 = Rp74.820.000 (sekitar Rp75 juta).

3.Anggaran Resmi
Berdasarkan papan informasi proyek, anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini bersumber dari Dana Desa 2025 sebesar Rp100.044.980 (termasuk pajak).

Sementara itu, menurut informasi masyarakat, anggaran yang dialokasikan awalnya disebut-sebut mencapai sekitar Rp145 juta.

Hal tersebut menjadi Pertanyaan Publik, sebab Dengan selisih perhitungan antara kebutuhan material di lapangan dan anggaran yang tercantum, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah pantas proyek rabat beton dengan volume 87 m³ dialokasikan dana hingga 100 juta lebih.

Sarana transportasi jalan bagi masyarakat sangat dibutuhkan kenyamanan untuk beraktivitas, namun jika dibangun kemudian hasilnya tidak maksimal tentunya berakibat buruk, bahkan tidak nyaman untuk dinikmati.Akibatnya dana yang dimanfaatkan terbuang sia-sia , masyarakat mesti nya sangat dirugikan.

Salah satu masyarakat yang enggan namanya di sebut saat di konfirmasi awak media menuturkan pembangunan jalan rabat beton ini baru beberapa bulan dikerjakan dan sudah mengelupas dan retak dibeberapa titik.

Pembangunan Jalan rabat beton dilingkungan Korong Surau Duku tersebut memang sangat memberikan manfaat bagi masyarakat, akan tetapi pembangunan tersebut masih belum maksimal, seharusnya anggaran dana desa yang berasal dari hasil pajak masyarakat, penggunaan pun harus sesuai, dan lebih mengutamakan kualitas, bukan sebagai bisnis untuk mencari keuntungan semata, sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat, bisa merasakan pembangunan tersebut dengan waktu jangka panjang.

(Z)

79 Dilihat
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Kabar Daerah
Terpopuler
Pengunjung