Andalasnews.com Jakarta – Media sosial diramaikan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda mengenakan jaket ojek online menjadi korban dalam Aksi Demo Bubarkan DPR yang digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025 di Jakarta.
Dalam rekaman yang viral, terlihat massa aksi mengejar dan memukuli kendaraan taktis milik kepolisian yang diduga menabrak pengemudi ojek online tersebut. Beberapa demonstran kemudian mengangkat korban ke atas sepeda motor. Suasana semakin panas ketika terdengar teriakan salah seorang massa yang mengatakan, “Itu mati, woi gojek itu ditabrak mati!”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun keterangan langsung dari pihak korban terkait kebenaran insiden tersebut.
Ribuan Buruh hingga Pelajar Turun ke Jalan
Aksi 28 Agustus 2025 ini diikuti ribuan massa dari berbagai elemen, antara lain Partai Buruh, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Koalisi Serikat Pekerja (KSP-PB), mahasiswa, hingga pelajar sekolah.
Tak hanya di Jakarta, aksi serupa juga digelar serentak di 38 provinsi dengan melibatkan lebih dari 300 kabupaten/kota.
Daftar Tuntutan Massa
Dalam aksi besar-besaran tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya:
- Kenaikan Upah Minimum (UMP 2026) sebesar 8,5%–10,5%.
- Penghapusan praktik outsourcing untuk pekerjaan inti serta pencabutan PP No. 35 Tahun 2021, dengan ketentuan outsourcing hanya untuk pekerjaan penunjang seperti keamanan.
- Pembentukan Satgas PHK untuk menangani kasus pemutusan hubungan kerja.
- Reformasi sistem perpajakan yang lebih adil bagi pekerja.
- Penghapusan diskriminasi pajak terhadap perempuan menikah.
- Pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang bukan berbentuk omnibus law.
- Pemberantasan korupsi melalui RUU Perampasan Aset.
- Revisi UU Pemilu untuk sistem Pemilu 2029.
- Pengangkatan mitra Pos Indonesia menjadi karyawan tetap.
- Penolakan kenaikan iuran dan penerapan kelas rawat inap standar (KRIS) BPJS Kesehatan.
Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar sepanjang tahun 2025, dengan eskalasi massa yang cukup tinggi dan tensi politik yang ikut memanas. (Mi)








