Jakarta, AndalasNews.com – Menteri Pertahanan Sjafri Sjamsoeddin mengatakan ada bandara di Indonesia yang tak memiliki perangkat negara sama sekali, keberadaan bandara itu membuat kedaulatan ekonomi Indonesia menjadi rawan.
Hal itu disampaikan Sjafri usai menyaksikan latihan terintergrasi 2025 yang digelar oleh TNI dan perangkat lainnya di Morowali Sulawesi Tengah Kamis (20/11/2025).
Dia menuturkan bandara yang tidak punya perangkat negara adalah anomali.
“Ini anomali Bandara tapi yang tak memiliki perangkat negara dalam bandara ada celah yang membuat rawan kedaulatan ekonomi.” Ujar Sjafri.
Dalam podcast di akun YouTube forumkeadilan tv.co Founder Indonesia Strategic And Defence Studies, Ednan Caroline Pattisina, mengungkapkan adanya bandara di dalam kawasan industri Morowali yang menurutnya tidak memiliki kehadiran navigasi penerbangan indonesia.kondisi ini ia nilai berbahaya bagi kedaulatan dan keamanan nasional dan rawan disusupi kekuatan asing dari luar.
Bandara yang tertutup di kawasan industri nikel Edna menjelaskan, kawasan industri Morowali membentang hingga sekitar 4.000 hektar dan dikelola perusahaan patungan yang melibatkan investor asing dan mitra lokal .di dalamnya.berdiri sebuah bandara milik PT. IMIP yang dikategorikan sebagai bandara tertutup.
Menurut penuturan Edna di bandara ini tidak ada petugas Bea Cukai, Imigrasi, maupun Otoritas Lalu Lintas Udara yang mengawasinya.
Ia menyebut informasi yang ia peroleh menyatakan aparat keamanan pun tidak leluasa masuk ke dalam area tersebut.kondisi itu membuat arus keluar masuk orang dan barang seolah berjalan di luar pengawasan negara yang berdaulat.
“Situasi inilah yang kemudian memicu pernyataan tegas menteri pertahanan Sjafri Sjamsoeddin saat meninjau latihan komando gabungan TNI di Morowali.” Katanya di hadapan prajurit. Sjafri menegaskan tidak boleh ada “negara dalam negara “, dan menyatakan akan akan segera melaporkan temuan bandara tertutup Tanpa Otoritas Indonesia itu kepada Presiden Prabowo Subianto.
Edna menautkan peristiwa ini dengan garis kebijakan yang ia sebut sudah lama disuarakan Prabowo sejak kampanye ketika isu “kebocoran” kekayaan negara dari sektor tambang ilegal ramai diperbincangkan masyarakat luas.
Reporter : Joe
Editor : Redaksi AndalasNews





