Kecelakaan Kapal di DAS Barito, 3 Penumpang Masih Hilang — 32 Orang Selamat dalam Insiden Tabrakan di Sungai Lahei Barat

Screenshot_2025_0709_014836

Barito Utara, Kalimantan Tengah, Andalasnews.com – Sebuah insiden kecelakaan di perairan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito mengguncang warga Desa Lue Hulu, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada Selasa siang (8/7/2025). Kapal angkut penumpang jenis julung-julung dilaporkan tenggelam usai bertabrakan dengan kapal penarik tongkang TB MIRSAD yang menarik tongkang bermuatan BG JAMBROTA. Dari total 32 penumpang, seluruhnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, namun tiga di antaranya hingga kini masih dinyatakan belum ditemukan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.20 WIB. Menurut keterangan resmi dari Aipto Prabowo selaku perwakilan dari perusahaan pengelola kapal TB MIRSAD, kapal penarik tongkang itu sedang berlayar dari wilayah Tuhup menuju Jetty Kelanis. Ketika kapal hendak melintasi tikungan Santuyun dan mengarah ke pelabuhan Jetty Paidaidi, tiba-tiba dari arah kanan muncul sebuah kapal penumpang yang diduga mengalami gangguan mesin.

“Kami menduga kapal penumpang tersebut mengalami kerusakan mesin sehingga dalam keadaan mati total. Kapal terlihat mengapung tanpa kendali dan hanyut terbawa arus sungai, menuju arah haluan kapal tongkang kami. Pandu kami sudah mencoba mengarahkan kapal ke kiri (ke teluk) untuk menghindar, namun benturan tak dapat dihindarkan,” ungkap Prabowo dalam siaran persnya kepada wartawan AndalasNews.com.

Akibat benturan tersebut, kapal penumpang kecil masuk ke bawah tongkang BG JAMBROTA. Beberapa penumpang terlihat melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya sempat terseret ke kolong tongkang, memicu kepanikan di lokasi.

Masyarakat setempat yang melihat kejadian tersebut langsung berinisiatif melakukan penyelamatan dengan bantuan dari kapal TB BINA MARINE 7 dan kapal asistensi TB BORA. Para korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke lanting Jetty Paidaidi untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Setelah proses evakuasi awal, petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara melakukan pendataan dan manifest jumlah penumpang. Dari hasil verifikasi, diketahui terdapat 32 orang di dalam kapal penumpang. Sebagian besar mengalami trauma dan shock akibat insiden tersebut.

“Kondisi saat ini sudah dalam keadaan aman dan terkendali. Para korban telah berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, ada tiga penumpang yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim gabungan,” terang Prabowo.

Dinas Perhubungan bersama pihak keamanan setempat masih melakukan upaya lanjutan untuk mencari penumpang yang hilang. Kapal cepat milik Dishub telah dikerahkan untuk membawa para korban ke Rumah Sakit Muara Teweh guna menjalani pemeriksaan medis dan penanganan psikologis.

Selain korban jiwa, kerugian material akibat insiden ini juga tercatat cukup signifikan. Satu unit sepeda motor, satu unit sepeda listrik, dan berbagai barang bawaan milik penumpang turut tenggelam bersama kapal julung-julung yang karam di dasar sungai.

“Kerusakan kapal penumpang dan kehilangan barang bawaan sedang dalam proses pendataan oleh tim Dishub. Kami akan berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk penanganan lanjutan serta investigasi penyebab pasti kecelakaan ini,” tutup Prabowo.

Insiden ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan memunculkan kembali kekhawatiran terhadap keselamatan transportasi sungai yang masih menjadi tumpuan utama mobilitas di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.

AndalasNews.com akan terus mengikuti perkembangan pencarian tiga korban hilang serta investigasi teknis oleh pihak berwenang untuk mengungkap faktor kelalaian atau kondisi teknis yang menyebabkan peristiwa ini terjadi.

 

 

Jurnalis: irawatie

Editor: Ismail

174 Dilihat
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Kabar Daerah
Terpopuler
Pengunjung