Tangerang Andalasnews.com – Forum Komunikasi Mandailing Tapanuli Bagian Selatan (FK. Mantap) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pemersatu para perantau Mandailing dan Tapanuli Selatan di tanah rantau. Sejak berdiri pada tahun 2023, organisasi ini berkembang pesat dengan jumlah anggota yang kini telah mencapai lebih dari 2.000 orang, tersebar di wilayah Tangerang, Banten, hingga Jawa Barat.
Sebagai upaya memperkuat jalinan persaudaraan sekaligus konsolidasi program, FK. Mantap Wilayah Cipondoh menggelar musyawarah mufakat pada Kamis (28/8/2025) di Balai Rakyat Cipondoh Makmur, Kota Tangerang. Suasana hangat penuh kebersamaan terasa sejak awal acara, ketika puluhan anggota wilayah hadir dengan semangat kekeluargaan, ditambah kehadiran sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang turut memberikan arahan strategis.
Cipondoh, Jejak Historis FK. Mantap
Dalam sambutannya, Wakil Sekretaris DPP FK. Mantap, Pandapotan Situmorang, menegaskan bahwa Cipondoh memiliki makna historis yang tidak boleh dilupakan.
“Cipondoh adalah tempat lahirnya FK. Mantap. Dari tempat inilah semangat kebersamaan itu tumbuh. Maka sudah sepatutnya kita menjaga dan membesarkan organisasi ini agar lebih kompak, semakin solid, dan benar-benar menjadi wadah persaudaraan yang kuat bagi seluruh anggota,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Pandapotan menambahkan, keberadaan FK. Mantap bukan hanya sebatas simbol organisasi, melainkan rumah besar yang wajib dirawat oleh setiap anggotanya.
Silaturahmi sebagai Pondasi
Senada dengan itu, Ketua DPP FK. Mantap, Hendriansyah Nasution, menekankan bahwa silaturahmi adalah pondasi utama organisasi. Menurutnya, FK. Mantap lahir dari kerinduan para perantau untuk memiliki wadah kebersamaan, bukan sekadar identitas formalitas.
“Tujuan awal terbentuknya FK. Mantap adalah mempererat tali silaturahmi. Ini bukan sekadar soal KTA, seragam, atau atribut organisasi. Lebih dari itu, ini adalah kewajiban moral kita untuk menjaga persaudaraan. Harapan kami, musyawarah hari ini menjadi pemicu semangat baru, agar anggota semakin rajin bersilaturahmi, saling mengenal, saling menguatkan, dan saling membantu,” tegas Hendriansyah.
Suara dari Wilayah
Dari sisi wilayah, Dahrin Nasution, selaku Humas FK. Mantap Cipondoh, menyampaikan aspirasi serta sejumlah usulan kepada DPP. Ia menilai forum musyawarah menjadi momentum penting untuk menggali kendala di lapangan sekaligus mencari solusi bersama.
“Dengan musyawarah, kita berharap FK. Mantap semakin kokoh, berjalan searah, dan tetap berada dalam satu gerbong tanpa ada perpecahan. Kami juga mendorong agar ke depan ada lebih banyak program yang menyentuh langsung kebutuhan anggota maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.
Meneguhkan Peran Sosial
Selain mempererat ikatan kekeluargaan, musyawarah tersebut juga menghasilkan sejumlah rencana program sosial yang akan dijalankan FK. Mantap di wilayah Cipondoh. Dari kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan ekonomi anggota, organisasi ini ingin tampil sebagai motor penggerak yang memberi manfaat nyata di tengah masyarakat.
Komitmen ini sejalan dengan semangat para perantau Mandailing dan Tapanuli Selatan yang sejak dahulu dikenal menjunjung tinggi nilai gotong-royong, solidaritas, serta kepedulian antar sesama.
Kebersamaan yang Terus Dijaga
Acara musyawarah ditutup dengan doa bersama dan jamuan makan siang khas Mandailing, yang semakin menambah hangat suasana. Para anggota terlihat larut dalam obrolan santai, saling melepas rindu, dan menguatkan ikatan kekeluargaan.
Konsolidasi ini menjadi bukti bahwa FK. Mantap bukan hanya sekadar organisasi, melainkan sebuah keluarga besar yang tumbuh dari akar budaya persaudaraan. Dengan semangat persatuan, FK. Mantap Wilayah Cipondoh meneguhkan diri sebagai rumah bersama, yang tidak hanya mempersatukan para perantau, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat luas.
Editor: Ismail





