Pendidikan Gratis Hanya Slogan? SMP Negeri 1 Batang Anai Diduga Tolak Siswa Tak Mampu Bayar Seragam Rp900 Ribu, Netizen Geram: “Hati Kepala Sekolah Itu di Mana?”

20250722_111724

Batang Anai, Padang Pariaman, Andalasnews.com — Di tengah gegap gempita janji pemerintah soal pendidikan gratis dan inklusif, kisah tragis datang dari jantung Kabupaten Padang Pariaman. Seorang anak dari keluarga miskin ditolak bersekolah di SMP Negeri 1 Batang Anai hanya karena tak mampu membayar biaya seragam sebesar Rp900.000.

Orang tua anak tersebut sempat memohon dengan haru, menawarkan pembayaran awal Rp300.000 dengan harapan sisanya bisa dicicil. Namun harapan itu justru dibalas dengan penolakan dingin dari pihak sekolah. Tak ada kompromi, tak ada empati. Sang anak pulang dengan mata sembab, membawa luka yang tak tampak di buku rapor.

Kisah ini langsung viral di media sosial usai diunggah oleh warga setempat dan menyulut gelombang kemarahan publik. Tagar #SeragamTakLebihPenting dan #AnakNagariBerhakSekolah mendadak jadi trending topik lokal Sumatera Barat.

“Pendidikan Gratis Tapi Harus Bayar Mahal untuk Seragam?”

Netizen Bereaksi Keras

Ratusan komentar mengalir deras di berbagai platform media sosial. Berikut beberapa di antaranya:

@mamidina_87: “Ya Allah, sedih banget bacanya. Anak itu cuma pengen sekolah, tapi ditolak karena seragam. Di mana hati kepala sekolahnya?”

@kawan_rakyat: “Ini sekolah negeri loh, bukan butik! Pendidikan buat siapa? Buat yang kaya aja?”

@sukabaca_indo: “Rp900 ribu itu besar bagi orang miskin. Masa sekolah negeri berubah jadi tempat dagang baju?”

@zulfikar_sj: “Kepala daerah harus turun langsung. Jangan sampai mental kapitalis tumbuh di sekolah negeri.”

@aisyahpadang: “Kalau anak saya ditolak seperti itu, saya bakal protes ke DPRD. Ini diskriminasi.”

Sekolah Negeri atau Toko Seragam?

Fakta bahwa sekolah negeri mematok biaya seragam nyaris sejuta rupiah membuka perdebatan publik. Banyak yang mempertanyakan bagaimana kebijakan sekolah disusun. Apakah sudah sesuai dengan semangat Permendikbud soal kewajiban sekolah negeri untuk tidak membebani peserta didik dengan pungutan?

“Sejak kapan seragam lebih penting daripada semangat belajar anak bangsa?” tanya seorang tokoh masyarakat Batang Anai dengan nada geram.

Desakan Masyarakat: Copot Kepala Sekolah!

Desakan agar Bupati Padang Pariaman, Jhon Kennedy Aziz, mengambil tindakan tegas semakin menguat. Warga dan tokoh nagari meminta agar kepala sekolah SMPN 1 Batang Anai segera dicopot dan diganti dengan pemimpin yang punya empati serta memahami semangat pendidikan gratis.

“Ini bukan hanya soal seragam, ini soal masa depan anak miskin yang diinjak-injak,” ujar Ketua LSM Anak Nagari, Zuldi M. Tanjung.

Dinas Pendidikan Diminta Turun Gunung

Kasus ini telah mencoreng citra Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman. Banyak pihak mendesak agar dilakukan audit total terhadap kebijakan pengadaan seragam di SMPN 1 Batang Anai, dan sekolah-sekolah lainnya yang diduga menjalankan praktik serupa.

“Jangan sampai kasus ini jadi puncak gunung es. Dinas Pendidikan harus investigasi dan ambil tindakan tegas,” ucap Dedi R, pemerhati kebijakan publik.

Harapan Tak Mati: Pendidikan Harus Kembali ke Hati Nurani

Di balik gejolak ini, masyarakat masih menyimpan harapan. Bahwa di negeri ini, pendidikan bukan milik orang kaya saja. Bahwa di sekolah negeri, tak boleh ada air mata anak kecil yang ditolak karena tak mampu beli seragam.

“Cita-cita anak bangsa tidak boleh dikorbankan hanya karena tak bisa beli baju baru,” tulis akun Facebook @WargaBatangAnai.

Kami mengundang pihak SMP Negeri 1 Batang Anai, Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, dan Bupati Jhon Kennedy Aziz untuk memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa ini. Hak jawab terbuka dan akan kami muat secara utuh sebagai bentuk keberimbangan informasi.

“Pendidikan bukan hanya tentang buku dan baju—tetapi tentang membuka jalan bagi masa depan. Jangan biarkan satu pun anak negeri tertinggal karena kemiskinan.”

 

 

(Jhonfrizal)

751 Dilihat
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Kabar Daerah
Terpopuler
Pengunjung