Andalasnews.com Jakarta – Sejumlah tokoh masyarakat, komunitas, Aparatur Sipil Negara hingga warganet menyerukan gerakan “Jaga Jakarta” sebagai respons atas meningkatnya tensi sosial dan politik di ibu kota dalam beberapa hari terakhir. Ajakan ini dimaksudkan untuk menjaga ketertiban, persatuan, dan keamanan publik di tengah dinamika yang berkembang.
Seruan Jaga Jakarta dan tagar #jagajakarta muncul di berbagai kanal komunikasi, baik media massa, online maupun media sosial. Intinya, gerakan ini mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya, serta mengutamakan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi.
Salah satu Tokoh Masyarakat diwilayah Kalideres, Jakarta Barat yang merupakan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Sultan Adam Anugrah Bersama dengan Kepolisian dan Aparatur Sipil Negara juga menghimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dengan ajakan maupun berita yang tersebar dimedia sosial, untuk melakukan aksi demo.
“Kita ingin menjaga kampung kite, wilayah kite, jangan sampai terjadi demo anarkis di wilayah kita” ujarnya.
Dirinya juga berharap agar masyarakat ikut bersama-sama menjaga kampung, dan wilayahnya masing-masing dari aksi anarkis demo, karna menurutnya hal ini dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan dan kerugian material nantinya.
Selain masyarakat, aparat keamanan juga diminta bersikap humanis dalam menjalankan tugas pengamanan, sehingga suasana di lapangan tetap terkendali.
Dengan adanya gerakan Jaga Jakarta ini, diharapkan warga dapat terus mengedepankan rasa persaudaraan serta menghindari tindakan yang merugikan bersama.
Redaksi Andalasnews.com








