PERMAINAN DOMINO GAPLE DILEGALKAN: MUI TEGASKAN TIDAK MENGANDUNG UNSUR JUDI, KEMENPORA SIAP AKUI SEBAGAI CABANG OLAHRAGA RESMI

IMG_20250710_233840

Jakarta, Andalasnews.com — Permainan domino yang selama ini kerap diidentikkan dengan aktivitas hiburan warga Minang atau masyarakat umum di berbagai warung kopi, kini bersiap mencatat sejarah baru di Indonesia. Permainan yang dikenal luas dengan sebutan “Gaple” itu, secara resmi mendapatkan pengakuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dalam waktu dekat juga akan disahkan sebagai salah satu cabang olahraga resmi oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kabar menggembirakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), Dr. H. Andi Jamaro Dulung, usai menghadiri pertemuan penting bersama jajaran MUI dan pihak terkait di Jakarta, Jumat (4/7/2025).

Dalam pertemuan itu, MUI menyampaikan dukungan penuh terhadap legalitas permainan domino di bawah naungan PB PORDI, serta menerbitkan surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa permainan ini tidak mengandung unsur perjudian dan dinyatakan halal untuk dimainkan masyarakat.

“Hari ini telah terbit surat dari Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan bahwa permainan domino yang diselenggarakan di bawah PB PORDI adalah halal dan tidak mengandung unsur judi. Ini menjadi landasan penting bagi masyarakat yang selama ini ragu, sekaligus menjadi pengakuan resmi dari sisi agama bahwa permainan ini bersih dari unsur negatif,” ujar Andi Jamaro Dulung.

Menurut Andi, selama ini permainan domino kerap disalahpahami karena sering diasosiasikan dengan perjudian. Namun, melalui pendekatan yang terstruktur, edukatif, dan sesuai norma, PB PORDI telah melakukan reformulasi terhadap cara bermain, sistem kompetisi, dan regulasi teknis, sehingga domino kini layak dianggap sebagai olahraga strategi seperti catur dan bridge.

“Kita bukan hanya menghapus stigma negatif, tapi juga membentuk budaya baru dalam melihat domino sebagai permainan yang mengasah otak, meningkatkan konsentrasi, dan membangun sportivitas. Oleh karena itu, dukungan dari MUI dan Kemenpora sangat krusial,” tambahnya.

Selain pengesahan dari MUI, PB PORDI juga mengantongi dukungan dari Kemenpora, yang menyatakan kesiapan untuk mengakui domino sebagai cabang olahraga resmi dalam struktur keolahragaan nasional. Ini artinya, domino akan masuk dalam kalender resmi kegiatan olahraga nasional dan bisa diikuti oleh atlet-atlet dari seluruh penjuru Indonesia secara legal.

Pihak Kemenpora, melalui staf ahli keolahragaan, menyebut bahwa proses administrasi sedang difinalisasi dan domino akan dipertimbangkan dalam agenda multi-event olahraga tingkat daerah hingga nasional.

“Prinsip kami adalah mendukung olahraga yang bisa menjangkau semua kalangan, termasuk permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Domino telah memenuhi unsur olahraga rekreasi, edukatif, dan kompetitif, serta kini sudah mendapat legitimasi dari MUI, maka tidak ada alasan untuk tidak mendukung,” ungkap pejabat Kemenpora yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, dukungan juga datang dari komunitas dan tokoh-tokoh masyarakat Minangkabau yang menyambut baik legalisasi permainan domino. Bagi mereka, domino sudah menjadi bagian dari budaya dan alat silaturahmi antarwarga.

Langkah PB PORDI ini dinilai sebagai terobosan besar dalam membumikan kembali permainan rakyat yang kaya nilai, sekaligus mengangkat harkat permainan lokal ke kancah nasional bahkan internasional.

Dengan pengakuan resmi dari MUI dan dukungan konkret dari Kemenpora, domino kini sedang menapaki jalan menuju panggung olahraga nasional. Jika legalisasi ini berhasil, bukan tak mungkin suatu hari nanti, Gaple akan menjadi pertandingan yang dipertandingkan dalam ajang resmi seperti PON bahkan SEA Games. PB PORDI menyatakan kesiapannya untuk menyusun struktur kompetisi, sistem pembinaan atlet, hingga ke pembentukan liga nasional domino Indonesia.

 

Editor: Ismail

164 Dilihat
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Kabar Daerah
Terpopuler
Pengunjung